Showing posts with label travel. Show all posts
Showing posts with label travel. Show all posts

Alif's Field Trip, Naik KRL

Saturday, February 6, 2010

Pagi tadi, Alif sudah bangun sejak jam 5 dan sudah tidak sabar untuk segera mandi dan berpakaian. Kenapa, Dek? Semangat benerr...! Hehe...Soalnyaa...Alif hari ini mau Field Trip dengan sekolahnya, kunjungan edukasi ke Stasiun Kereta Sudimara (Bintaro, Tangerang) dan naik KRL (Kereta Rel Listrik) dari Stasiun Sudimara menuju Stasiun Tanah Abang, Jakarta. Nggak cuma Dek Alif yang excited, Mas Adit juga ga kalah hebohnya, karena boleh ikut naik KRL juga, tapi jadi bolos ekskul renang deh..hehehe...

Setelah selesai berpakaian dan sarapan, Alif dan Mas Adit berangkat diantar Bunda ke sekolah dulu. Karena memang harus kumpul di sekolah dulu untuk diabsen. Sampai di sekolah, Alif langsung bergabung dengan teman-teman sekelasnya untuk diabsen dan kemudian bersama-sama teman-teman naik mobil yang disewa sekolah menuju Stasiun Sudimara. Bunda dan Mas Adit berangkat dengan mobil sendiri ke Stasiun Sudimara.

Tiba di Stasiun Sudimara, murid-murid kelas 1 dan 2 SDIT As Salaamah (Field Trip ini hanya diikuti oleh murid-murid kelas 1 dan 2)disambut oleh PKD (Petugas Keamanan Dalam) Stasiun Sudimara dan diberi sambutan oleh wakil Kepala Stasiun Sudimara. Setelah mendengarkan sambutan, murid-murid dipersilakan untuk mengambil tiket kereta di loket stasiun.



Setelah itu, murid-murid dipersilakan untuk melihat-lihat ruang kantor, ruang loket dan ruang PPKA (Pengatur Perjalanan Kereta Api) secara bergiliran. Di ruang PPKA, Dek Alif juga diberi kesempatan untuk memakai topi petugas PPKA. Nih dia fotonya...



Kemudian, tanda peluit kereta yang kami tunggu berbunyi. Kami semua bersiap-siap berdiri di peron untuk naik KRL. Akhirnya, kereta KRL Ciujung jurusan Serpong-Tanah Abang pun tiba. Kami semua naik ke gerbong nomor 1 dan 2. Gerbong No.1 untuk murid-murid kelas 1 dan gerbong No.2 untuk murid-murid kelas 2. Dua gerbong ini disewa khusus untuk sekolah kami, jadi tidak bercampur dengan penumpang-penumpang lainnya. Kereta KRL Ciujung ini adalah kereta AC ekonomi. Jadi dengan tiket yang murah, hanya Rp 4.500,-, kita sudah bisa naik KRL yang sejuk, karena ber-AC ^_^.





Setelah kami semua naik ke dalam gerbong kereta, kereta pun mulai berangkat. Namun, kami harus mengikuti kereta menuju Stasiun Serpong dahulu, sebelum berbalik ke arah Stasiun Tanah Abang. Dari Stasiun Sudimara, kereta mulai bergerak dan kemudian berhenti sejenak di Stasiun Rawa Buntu (eh, Stasiun Rawa Buntu ini letaknya di BSD, lho..! Dekat deh dengan rumah kami di Delatinos). Setelah berhenti di Stasiun Rawa Buntu, KRL melanjutkan perjalanan menuju Stasiun Serpong. Di Stasiun Serpong ini kereta berhenti agak lama, sekitar 15 menit untuk menaikkan penumpang.

Akhirnya, berangkatlah kami dari Stasiun Serpong, menuju Stasiun Tanah Abang. KRL kembali melewati Stasiun Rawa Buntu dan berhenti sejenak untuk menaikkan penumpang, kemudian ke Stasiun Sudimara lagi dan juga menaikkan penumpang. KRL ini, karena merupakan KRL Ekonomi, maka selalu berhenti di setiap stasiun yang dilewati untuk menaikkan penumpang. Dari Stasiun Sudimara, KRL berjalan dan kemudian berhenti sejenak di Stasiun Jurangmangu, Bintaro. Dari Stasiun Jurangmangu, pemberhentian selanjutnya adalah Stasiun Kebayoran Lama. Setelah berhenti sejenak di Stasiun Kebayoran lama dan menaikkan penumpang, KRL berjalan lagi dan berhenti di Stasiun Palmerah.

Selama perjalanan di dalam KRL, Alif dan teman-temannya sangat menikmati perjalanan dan dengan serius mendengarkan informasi-informasi stasiun-stasiun yang dilewati oleh petugas PKD. Saking senangnya melihat pemandangan, sampe kompak Alif dan teman-temannya berlutut di kursi dekat jendela.



Di sepanjang perjalanan, Bapak dan Ibu guru juga memberikan kuis dan permainan serta membagikan hadiah untuk murid-murid yang berhasil menjawab kuis yang diberikan.

Di perjalanan, murid-murid secara bergiliran diberi kesempatan untuk melihat ruang masinis dan mengamati apa saja yang dilakukan oleh masinis KRL.



Tidak lama setelah KRL melanjutkan perjalanannya dari Stasiun Palmerah, kami pun tiba di Stasiun Tanah Abang. Tapi di Stasiun ini kami tidak diperkenankan turun dari kereta (kecuali jika ingin ke kamar kecil), karena kami langsung akan berangkat lagi menuju Stasiun Sudimara. Setelah menaikkan penumpang di Stasiun Tanah Abang, KRL Ciujung melanjutkan perjalanan kembali menuju Stasiun Sudimara.

Sekitar 30 menit kemudian, KRL pun tiba di Stasiun Sudimara dan kami turun di Stasiun itu untuk kemudian kembali ke sekolah dan pulang ke rumah. Dek Alif dan Mas Adit senang sekali hari ini bisa jalan-jalan bersama-sama teman-teman di sekolah naik KRL. Oh ya, ternyata, KRL Ciujung ini setiap hari minggu dipakai menjadi Kereta Wisata menuju Taman Impian Jaya Ancol. Dengan tiket seharga Rp 21.000,- kita sudah bisa naik kereta ke Ancol. Tiket kereta wisata ini sudah termasuk tiket masuk ke Taman Impian Jaya Ancol. Kapan-kapan boleh dicoba nih...! Insya Alloh... :)

Baca lanjutannya ..

Dari Palembang Sampai Madiun (Bagian 2)

Wednesday, June 10, 2009

Posting ini sebenarnya agak-agak aneh, hehehe...sebab ini adalah posting lanjutan yang bagian pertamanya dibuat sekitar 1,5 bulan yang lalu. Well, biasa deh, karena kesibukan, kelupaan, kemalasan dan bla..bla..bla... (penyakit M nya itu sih yang dominan...hihihi...)
Sampai dimana waktu itu ya? Oh ya, sampai perjalananku di Palembang yang Alhamdulillah lancar dan kemudian aku pulang ke Jakarta dengan selamat. Keesokan harinya, aku harus kembali ke bandara Soeta untuk perjalananku selanjutnya yaitu perjalanan ke Madiun dalam rangka takziah wafatnya Eyang putriku.


Secara sudah agak-agak basi, sepertinya aku cuma akan tulis di sini secara singkat aja deh...ga detail-detail amat...

Sebelum berangkat ke Bandara Soeta, aku harus ke sekolah Madrasah Tsanawiyah Nurul Qur'an tempatku mengajar, karena ada rapat guru yang harus aku hadiri. Sekalian deh, bagi-bagi oleh-oleh yang aku bawa dari Palembang. Rapat guru saat itu membicarakan mengenai Ujian Nasional yang tahun ini adalah tahun pertama diadakan di sekolah kami. Agenda lainnya adalah membicarakan mengenai Ujian Akhir Semester dan Penerimaan siswa baru.

Setelah rapat selesai, aku langsung berangkat menuju Bandara Soeta untuk mengejar pesawat menuju ke Solo. Kok Solo? Katanya mau ke Madiun? Hehehe...Iya, iya, aku memang mau ke Madiun, tapi via Solo. Sebab ga ada flight langsung Jakarta-Madiun. Kenapa Solo? Kenapa ga Surabaya aja, secara Surabaya kan sama-sama Jawa Timur nya dengan Madiun? Well, kalo dihitung-hitung, ternyata jarak Solo-Madiun dengan Surabaya-Madiun ternyata lebih dekat Solo-Madiun. Jadi aku pilih lewat Solo. Begitu sampai di bandara soeta aku langsung check in dan menunggu dipanggil masuk pesawat. Alhamdulillah, perjalanan Jakarta-Solo kulalui dengan lancar dan pas saat maghrib, aku tiba di kota Solo. Setelah mengambil bagasi, aku sholat maghrib plus jama' Isya di musholla bandara Adisumarmo Solo.
Saat itu aku sempat bingung, ke Madiunnya naik apa ya? Akhirnya aku disarankan oleh Ayahnya Adit dan Alif untuk sewa mobil rental dari bandara dan Alhamdulillah aku dapat mobil sewaan untuk ke Madiun. Dari Bandara Adisumarmo aku mampir sebentar untuk menjemput Papaku di terminal Solo dan kemudian kami sama-sama berangkat ke Madiun malam itu.
Perjalanan Solo Madiun ditempuh sekitar 3 jam, karena kami sempatkan juga untuk mampir makan malam sejenak di sebuah restoran padang.
Sekitar Jam 9.30 malam, kami tiba di kota Madiun dan aku langsung mencari hotel dan setelah mendapatkan kamar aku dan Papaku ke rumah Eyangku di Desa Krokeh, Madiun. Sampai di sana aku berbincang-bincang sebentar dengan Om dan Tanteku, kemudian aku kembali lagi ke hotel untuk istirahat. Masya Allah, capek sekali aku hari itu, sampai di hotel aku langsung mandi dan tidur dengan nyenyaknya.

Keesokan harinya aku kembali lagi ke rumah Eyangku namun sebelumnya aku mampir untuk ziarah sejenak di makam Eyang Putriku. Sekitar jam 11 siang aku kembali ke hotel dan kemudian membeli beberapa oleh-oleh khas Madiun namun sebelumnya aku mampir untuk foto sejenak di alun-alun kota Madiun, yang menurutku agak aneh, karena tulisannya bukan alun-alun, tapi Alon-Alon...hehehe.. (kayaknya beda ya, arti alun-alun dan alon-alon?)


Setelah membeli oleh-oleh aku sholat zuhur, makan siang dan kemudian langsung berangkat lagi menuju Solo, karena harus mengejar pesawat kembali ke Jakarta. Alhamdulillah, sekitar jam 4 sore aku tiba di Solo dan aku mampir ke Masjid Agung Solo untuk menunaikan sholat Ashar. Good news, ternyata pesawatku delay, jadi sempet juga deh cari-cari batik buat oleh-oleh di kota Solo (dasaaar...teteeep aja menikmati kesempatan blanja..hihihi...).

Setelah belanja batik sedikit (sedikit? iya, karena terus terang ga ada yang sreg buat aku), akupun langsung ke bandara dan check in. Sambil menunggu dipanggil masuk pesawat, aku menunaikan sholat maghrib kemudian membeli sedikit oleh-oleh makanan khas Solo di bandara. Tak lama setelah itu aku dipanggil masuk pesawat dan alhamdulillah, perjalananku saat itu lancar dan akupun selamat sampai di jakarta dan akhirnya sampai juga di rumah.

Nah, segitu deh ceritanya mengenai perjalananku dalam rangka takziah wafatnya Eyang Putriku. Sepertinya banyakan di jalannnya daripada di Madiunnya ya? Yaah, yang penting niatku melihat dan ziarah ke makam Eyang Putriku sudah terlaksana dengan baik dan lancar, selain itu juga aku sempat silaturahim dengan kerabatku di Madiun. Semoga dilain waktu aku bisa kembali lagi ke sana..

Baca lanjutannya ..