Mistake (Sombong) of The Day

Tuesday, January 13, 2009

Kali ini yang ingin aku post di blogku ini adalah kesalahanku dalam satu hari, yang akhirnya berakibat lumayan fatal bagi orang lain. Ups..kesalahan atau kesombongan lebih tepatnya? Hari itu, untuk pertama kalinya sejak aku bisa menyetir mobil selama tujuh tahun ini, aku menabrak motor yang penumpangnya adalah seorang bapak, istri dan anaknya yang masih kecil, sekitar 1 tahun usianya. Begini ceritanya..

Senin pagi hari itu adalah jadwalku untuk pergi belajar Terjemah Al Qur'an di Masjid Darussalam, Kota Wisata, Cibubur. Seperti biasa aku menyetir mobil dari daerah Pamulang tempat tinggalku menuju Kota Wisata. Entah mengapa, hari itu dengan percaya diri sekali aku menyetir mobil sambil menulis thread di sebuah jejaring sosial, bersenda gurau dengan beberapa kontak di sana. Memang di jalan agak sedikit macet, jadi aku bisa lumayan leluasa menulis thread melalui hapeku. Setiap ada kesempatan berhenti sejenak, misalnya saat antri membayar tol, aku sempatkan untuk menulis thread atau merespon..I think this is mistake number one, or sombong number one..

Setelah selesai belajar, aku langsung menuju Pamulang lagi karena aku ada janji dengan teman-teman sesama orang tua murid di kelas Alif untuk menjenguk Ibu Gurunya Alif yang baru saja melahirkan. Dalam perjalanan ke Pamulang aku sempatkan mampir di ATM untuk mentransfer beberapa keperluan. Setelah selesai urusanku di ATM, aku harus mengejar waktu agar bisa sampai di Pamulang memenuhi janjiku. Di sepanjang jalan, hujan turun dengan lebatnya, kadang gerimis, lalu tak lama kemudian lebat lagi. Aku terburu-buru ingin cepat sampai di Pamulang... I think this is mistake or sombong number two..

Setelah mengarungi tol Jagorawi, JORR dan tol Jakarta-Serpong, aku sampai di Pamulang dan sudah dekat dengan sekolah Adit dan Alif. Kemudian hapeku berbunyi tanda ada sms masuk. Hape yang aku letakkan di kursi depan kiri (disebelah kiriku) aku raih dan aku baru akan mulai membaca sms yang masuk itu. Belum sempat aku buka sms itu, tiba-tiba di depan mobilku ada motor yang sedang berhenti menunggu kesempatan untuk belok ke kanan. Refleks, aku menginjak pedal rem..tapi sayang.."Gubraakkk!!" mobilku berhenti, tapi terlanjur menabrak motor di depanku sehingga motor dan semua penumpangnya jatuh... mistake, akibat sombong number three..

Aku sangat kaget, shock dan beristighfar berkali-kali, lalu segera membuka pintu mobil dan menghadapi sang Bapak yang motornya aku tabrak. Si Bapak (pastilah) marah-marah, karena dia bilang dia sedang berhenti dan dia juga menyalakan lampu sen (yang tidak pernah aku lihat..another mistake?). Aku sadar itu adalah kesalahanku, maka aku meminta maaf kepada Si Bapak dan kemudian meminggirkan mobilku. Kemudian aku menjelaskan bahwa aku akan bertanggung jawab, apapun kerugian yang dideritanya, karena memang itu salahku. Aku minta maaf berkali-kali juga kepada sang Istri dan anak kecilnya, karena aku yakin pasti mereka juga shock. Syukur Alhamdulillah, si Kecil, anak Bapak itu tidak apa-apa. Istrinya juga Alhamdulillah tidak apa-apa. Hanya lampu belakang motornya saja yang pecah, dan saat itu juga kami ke bengkel motor terdekat dan langsung aku ganti lampu belakang motornya yang pecah itu.

Yang masih aku fikirkan dan renungkan hingga saat ini adalah, kerusakan motor, kerusakan di mobilku masih bisa diganti dan diperbaiki dengan uang. Tapi, shock dan trauma akibat tabrakan itu aku yakin belum bisa hilang hingga entah kapan. Sampai saat ini, terus terang aku masih trauma dan masih sering terbayang-bayang saat-saat aku menabrak mereka dan melihat mereka jatuh. Aku berharap Alloh yang akan menyembuhkan trauma mereka.

Ya Alloh, ampunilah hambaMu ini yang terkadang sombong, sering khilaf sehingga berakibat buruk pada orang lain. Semoga kejadian seperti ini tidak akan terjadi lagi. Amin.

16 comments:

MiMi aRiE said...

Astaghfirullah, mbak. untung ga' kenapa2 ya... ini hanya teguran sayang dr - NYA. so, nikmati aja, dan berusaha tdk mengulanginya. semangat ya mbak....

Defi said...

@Mimi Arie, iya...aku jg pikir begitu..makasih yaa!..

namaku wendy said...

fiuh..bener2 pelajaran berharga yah mbak, lagi dsentil, alhamdulillah Allah masih sayang sama mbak Defi tapi lain kali ati2 yah (cozy)
mudah2an korbannya dah bisa cepet melupakan traumanya, amin:)

gajah_pesing said...

wa...ati-ati ya... semoga tidak terjadi lagi, karena yang shock bukan hanya kita tapi menyangkut yang lainnya

Defi said...

@namaku wendy, iya wen, mbak defi kapok deh...smg ga ada kejadian kyk gitu lagi ya..

@gajah_pesing, thanks for the advice ya..iya betul..pelajaran berharga banget ni, buat aku..

deenda said...

wadoohh buuu jangan diulang lagee yak utg si bapak dan keluarganya gpp, hati2 buuu jgn diulanggg yaa

saia yg banci HP eneh aja gag berani loh bu klo nyetir buka2 HP

Defi said...

@deenda..iya deen, kapok juga deh aku..thanks yaa!

meyrinda said...

masya allah..
alhamdulillah dapet pelajaran berharga ya mba
alhamdulillah smua bisa diatasi..
mudah2an kedepannya makinnnn manteppp hehee
smile mba defi ;)

Defi said...

@meyrinda...makasih yaa! :)

alris said...

Mungkin itu teguran dari-NYA supaya gak sombong. Salam kenal. Ditunggu di blog aku, kalo gak dikunjungi sombong juga mungkin, hehehehe...*ngacir sebelum ditabrak*

ღ Nda ღ said...

Mudah"an shocknya cepet ilang Mba...
itu hal" wajar koq, terjadi sama semua orang yang pernah berkendara

Dee... said...

duh saya juga suka sombong, jadi di ingetin sama mba defi di posting ini... :)
semoga baik2 aja,ngga ada masalah lagi..amin

cahpati said...

Wah, kebiasaan buruk ber-SMS ria selagi menyetir. Lebih parah lagi, pengendara motor ada juga yang SMS-an sambil nyetir. Apa kata dunia?

Defi said...

@alris, trm ksh kunjungannya Insya Allah dikunjungi balik kok...tenang aja...he..he..

@nda, makasih ya Nda, bener2 pelajaran berharga ni...

@Dee, amiin...makasih ya!

@cahpati, iya nih..kebiasaan buruk, akhirnya kena batunya, ditegur oleh Allah SWT...plg sebel juga tu liat org yg sms an sambil nyetir motor..

Lyla said...

hehee... kebiasaan mbak defi sejak kenal plurk memang suka nulis thread wkt nyetir mobil wkt mau kopdar jg gitu pas macet disempetin nulis tret...

moga dng kejadian ini gak lagi2 nulis tret di plurk. gak telp, atau gak sms saat nyetir mobil. minimal telp pake handsfree biar aman...

Defi said...

@lyla...amiiin...smg kebiasaan buruk itu menghilang yaa! thanks ya!