Pesta Blogger 2009

Wednesday, October 28, 2009

Beberapa hari yang lalu, Sabtu, 24 Oktober 2009, di Jakarta kembali diselenggarakan Pesta Blogger 2009, sebuah event kopdar bagi para blogger di seluruh Indonesia. Tahun ini adalah kali ke-3 Pesta Blogger diadakan. Namun, tahun ini adalah pertama kalinya aku ikut serta dalam acara tersebut. Itupun tidak direncanakan, karena aku baru diberi tahu oleh Meyrinda sehari sebelum acara tersebut diadakan. Kalo ga dapet info dari Mey, belum tentu aku ikut acara yang ternyata seru itu. Bisa-bisa kelewat lagi, seperti tahun sebelumnya..hehe..

Jumat, 23 Oktober 2009, nada messenger di ponselku berbunyi, dan ternyata ada panggilan chat message dari Meyrinda. Mey menawarkan kepadaku apakah aku mau ikut acara Pesta Blogger 2009. Mey juga bilang bahwa Moenk, our other best friend, akan datang juga. Aku langsung berfikir, hari sabtu kebetulan aku belum ada rencana kemana-mana, maka aku langsung menyanggupi untuk ikut datang ke acara tersebut. Lalu Mey bilang untuk segera registrasi di blog Pesta Blogger. Dengan segera akupun melakukan registrasi dan akhirnya berhasil dan tak lama kemudian aku mendapatkan email nomor registrasi dari panitia Pesta Blogger 2009.

Setelah melakukan registrasi, aku iseng-iseng browsing di blog Pesta Blogger dan menemukan artikel Member My Nokia Bisa Masuk ke Pesta Blogger–Gratis!*. Setelah aku baca syarat-syaratnya akupun langsung melakukan registrasi My Nokia. Alhamdulillah, registrasi My Nokia pun berhasil dan aku mendapatkan sms konfirmasi registrasi dari My Nokia. Sms ini yang akan aku jadikan bukti dan bekal untuk mendapatkan tiket gratis masuk ke Pesta Blogger 2009. Jumat malam itu, aku tak sabar menanti hari sabtu. Bukan cuma karena akan datang ke Pesta Blogger, sebuah event blogger besar yang pertama kali aku datangi, tapi juga karena malam itu aku sudah berencana dengan Moenk untuk berangkat bersama-sama esok paginya. Sudah lama sekali aku tidak bertemu dengan sahabat muslimah blogger ku yang satu ini. Jadi pertemuan dengannya sangat aku nantikan. Namun ternyata, malam itu Moenk mengirimkan sms yang mengatakan bahwa hari sabtu pagi dia harus mengambil raport anaknya dan tidak bisa diwakilkan. Terpaksa deh akhirnya aku berangkat sendiri dan rencananya Moenk akan menyusul siang harinya.

Akupun berangkat menuju lokasi diadakannya Pesta Blogger, yaitu di SMESCO Building, Jl. Gatot Subroto, Jakarta Selatan. Alhamdulillah, lokasi itu cukup familiar, jadi aku ga perlu bingung-bingung mencari jalan, karena aku harus menyetir sendiri ke sana. Sekitar jam 9 aku sampai di gedung SMESCO. Setelah memarkir mobil, akupun berjalan ke tempat registrasi. Karena aku sudah menjadi member My Nokia, aku ingin "menagih" tiket gratisku...hehehe...lalu aku langsung menuju booth Nokia. Aku tanya di sana mengenai tiket gratis itu, lho? tapi kok mbak-mbak yang di booth Nokia gada yang tau ya? Ya sudah, akhirnya ku coba ke tempat pembelian tiket dan menanyakan mengenai tiket gratis bagi member My Nokia. Lalu aku ditunjukkan loket khusus untuk member My Nokia. Oooh...ternyata di situ tho...

Setelah menunjukkan sms dari My Nokia dan menunjukkan nomor registrasi Pesta Blogger 2009, akupun mendapatkan "tiket gratisku", name tag, plus goodie bag Pb 2009.

Setelah mendapatkan tiket dan mendapatkan stempel di tangan, akupun masuk ke area Pb 2009, celingak celinguk kemana dulu enaknya yaa? Akupun teringat pesanan Ade, untuk datang ke booth Kutukutubuku, untuk memesan tiket nobar yang akan diadakan Kutukutubuku. Setelah memesan tiket akupun "ditodong" untuk membeli buku di situ oleh yang empunya Kutukutubuku, Ollie. Akhirnya aku membeli buku yang ditulis oleh Ollie sendiri, yaitu "After the Honeymoon", sebuah novel tentang kenyataan hidup pasangan yang baru menikah dan menghadapi tantangan kehidupan pernikahan tepat setelah bulan madu berakhir. Ga rugi banget beli buku di situ, karena langsung dapet tandatangan penulisnya dan foto bareng penulisnya juga...secara, penulisnya yang punya kutukutubuku juga...hehehe...


Setelah beres urusan pesen-pesen tiket nobar dan belanja buku, akupun kembali celingukan, mencari wajah-wajah yang mungkin aku kenal. Beberapa kali aku mencoba menghubungi Mey lewat messenger di hapeku dan ternyata Mey agak telat, karena harus membawa anak-anaknya ikut ke Pb 2009. Yo wes, sambil nunggu Mey aku jalan-jalan lagi, melihat-lihat booth-booth sponsor yang pameran di sana. Aku mampir ke booth salah satu web hosting, mengisi buku tamunya dan mendapatkan souvenir. Lumayan... Kemudian, aku ke booth US Embassy. Booth US Embassy ini lumayan besar dan eye catching banget, karena ada patung Mr. Obama dan juga backdrop patung Liberty yang gede banget. Aku bertemu Ollie lagi di booth itu, dan melihat dia menenteng tas kertas US Embassy. Aku tanya ke Ollie, apa isinya? Ternyata buku-buku yang banyak. Ollie bilang gampang kok dapetinnya, isi kuesioner aja. Cepet kok. Lalu akupun mengikuti jejak Ollie, mengisi kuesioner di US Embassy dan setelah selesai memang langsung mendapatkan souvenir buku-buku yang banyak dari US Embassy.


Kemudian akupun "jalan-jalan" lagi, dan tiba-tiba melihat wajah yang aku kenal. Dengan memberanikan diri akupun menegurnya,"Queenie ya?" tanyaku. "Iya..", jawabnya. "Aku Defi", kataku. "Ooooh...Mba Defiii!!!", dengan sangat surprise, Queenie menyambutku, seperti seorang yang memang sudah kenal lama. Yaa, sebenarnya memang sudah agak lama juga aku kenal Queenie, sejak setahun yang lalu saat aku senang nge-Plurk, tapi baru saat itu kami bertemu. Kemudian Queenie mengenalkan aku dengan temannya yang bernama Yuli, yang ternyata tinggal tidak jauh dari tempat tinggalku di BSD City. Tak lama kemudian kamipun mulai bernarsis ria, berfoto-foto di backdrop Pb 2009.


Karena merasa berat membawa beberapa goodie bag, akupun memutuskan untuk menyimpan goodie bag-goodie bag itu ke mobil. Setelah kembali dari menyimpan para goodie bag, aku kembali ke lokasi acara Pb 2009. Di depan backdrop Pb 2009, aku bertemu dengan 2 orang wanita sebayaku yang sedang asyik berfoto. Akupun berkenalan dengan mereka dan mulai ikutan narsis bersama mereka, foto-foto di depan backdrop. Ga perlu waktu lama, aku langsung mingle dengan mereka dan berhaha hihi cekikikan ala koloni ibu-ibu blogger..hehehe... Oh ya, teman-teman baruku itu adalah Ummu Raisah, Maya Hirai dan Yusnita. Senang sekali aku bisa berkenalan dengan mereka semua.



Setelah puas foto-foto, kamipun masuk ke dalam gedung tempat berlangsungnya acara Pb 2009. Setelah mendapatkan tempat duduk, kami menyimak acara-acara yang disajikan oleh panitia, diantaranya sambutan dari Menkominfo yang baru, Bp. Tifatul Sembiring dan acara-acara diskusi yang menampilkan beberapa komunitas blogger di Indonesia dan tentunya ada bintang tamu, yaitu Ibu Prita dan kami juga dihibur oleh Panji Pragiwaksono.

Di tengah acara, akhirnya Mey pun datang, bersama dengan Vee. Tak disangka, ternyata Ummu Raisah dan Maya Hirai juga kenal dengan Mey. Jadilah kami ibu-ibu yang lebih heboh lagi. Apalagi, ga lama kemudian aku disapa oleh Mira, teman blogger mom kami yang lain. Tambah rame deh jadinya. Namun sayang sekali, karena hujan deras yang melanda Tangerang dan sekitarnya saat itu, akhirnya Moenk pun berhalangan untuk datang. Yaah, gapapa deeh..sudah Qadarallah nya seperti itu, semoga di lain waktu aku bisa bertemu dengan Moenk.

Kehebohan ibu-ibu pun berlanjut, setelah selesai makan siang, kami kembali bernarsis ria, foto-foto di depan backdrop dan yang paling seru lagi foto-foto di atas panggung perhelatan Pb 2009.


Di sela-sela jam istirahat itu kami bertemu dengan Mbak Raden Ajeng dan Mas Gajah Pesing yang dikenalkan oleh Mira dan ga lupa kami foto bareng juga.
Setelah itu, kamipun berpisah karena Teh Maya harus mengikuti acara lain di Pasar Seni Ancol dan Ummu Raisah juga pulang. Sisanya, kami mengikuti break out session yang diadakan oleh panitia. Karena aku memilih Blogpreneur, akupun masuk ke sana, namun sayangnya, karena di satu hall itu hanya dibagi-bagi dengan sekat-sekat, jadi suara para pembicaranya beradu dengan pembicara di break out session yang lain. Ga bisa konsen aku. Akhirnya aku dan Vee memutuskan untuk masuk ke session yang lain. Sementara Mey tetap di session Blogpreneur karena CunDun tertidur lelap di situ...hehehe... Aku dan Vee masuk ke session Creative Industry. Kami menyimak presentasi dari Panji Pragiwaksono. Lumayan bagus..

Setelah mengikuti break out session, aku mulai lelah. Rencananya aku dan Yuli ingin pulang, tapi Mey menyarankan untuk menunggu sampai diumumkan door prize. Jadilah kami menunggu pengumuman doorprize. Alhamdulillah, Yuli sempat mendapatkan hadiah modem. Yang lainnya...gada yang nyantol...hihihi...

Waah, sungguh hari yang menyenangkan dan cukup melelahkan. Setelah acara Pb 2009 selesai, aku dan Yuli pulang. Alhamdulillah aku bisa mendapatkan teman pulang, lumayan ada teman ngobrol, jadi ga ngantuk waktu nyetir. Semoga dengan mengikuti acara Pb 2009 ini bisa bermanfaat bagi ku dan bisa menambah teman dan menyambung tali silaturrahim. Insya Alloh, semoga bisa bertemu lagi di Pb 2010 tahun depan.

pb2009

Baca lanjutannya ..

Ramadhan for The Kids

Saturday, September 12, 2009

Ramadhan tahun ini, Alhamdulillah...Allah Swt masih memberikan kesempatan bagi kami sekeluarga untuk merasakannya...dan yang spesial adalah...starting this year, Mas Adit is trying to have his fasting for full day...from subuh to maghrib...


Meskipun hari pertama Ramadhan Adit hanya puasa setengah hari, karena Mas Adit minta excuse..."biar ga kaget, Bunda"..hehe..gitu katanya...ya sud deeh, for the first day of Ramadhan this year Mas Adit puasanya setengah hari aja. But he really kept his promise..the next day, Mas Adit langsung mau puasa full day, meskipun ada saat-saat kehausan, setiap beberapa menit selalu tanya, jam brapa bukanya Bunda? Katanya,"Adit tahan lapar, Bunda...tapi Adit ga tahan hausnya..!"...Hehehe...Ayah hampir sempat give up dan kasih saran agar Adit buka puasa aja..tapi Bunda kasih semangat terus,"Sabar ya, Mas Adit Insya Allah bisa kok.."

Alhamdulillah...sampai dua pertiga bulan ramadhan ini Mas Adit masih bertahan...Semoga Allah Swt selalu beri kekuatan untuk Mas Adit hingga akhir Ramadhan..Amiin...

As for Dek Alif...wuiiih...hari pertama Ramadhan rajin banget! Pada saat dibangunin untuk sahur, ga pake ngambek, langsung ikut bangun dan ikut sahur dengan semangat. Tapi Dek Alif masih belum mau full, jadi buka puasanya pada waktu zuhur. Eeeh...keesokan harinya, back to normal, Dek Alif ngambek pada waktu dibangunin sahur, ga mau bangun...ya sudah deh, akhirnya hanya hari pertama itu aja Dek Alif ikut shaum...selebihnya, ya dengan santainya makan dan minum di siang hari di hadapan Mas Aditnya. Padahal Bunda sempat bilang,"Dek, kalo mau makan & minum jangan di depan Mas Adit ya...harus hormat sama orang yang sedang shaum," Tapi dasarnya Dek Alif...cuek aja deeh...ga peduli...mau makan, minum, atau minum susu, di hadapan Mas Adit ya cuek aja... Tapi Dek Alif janji tu, nanti kalo sudah kelas 3, mau puasa setengah hari dulu, terus, kelas 4 (seperti Mas Adit), baru mau shaum full day... Ya deeh..Bunda doakan yaa, semoga kita semua masih diberi umur oleh Allah Swt, sehingga masih bisa merasakan Ramadhan-ramadhan selanjutnya...Amiiin...

Baca lanjutannya ..

Khitanan (2nd Edition)

Monday, July 6, 2009

Setelah Alif dikhitan, sekarang saatnya Adit, my 1st son got circumcised. Lho? Kok malah kakaknya belakangan dikhitannya? Mau tau kenapa? Musti diliat deh postinganku sebelumnya mengenai khitanan si Adek Alif...hehehe...
Akhirnya, tiba saatnya juga Adit memberanikan dirinya untuk dikhitan. Sebelumnya bingung juga, dimana ya Adit musti dikhitan, karena sepertinya agak-agak sulit untuk Adit. Sebenarnya Adit mau, tapi takut disuntiknya. Akhirnya mengikuti saran Ayah, Adit dikhitan dengan dibius total, bukan dibius lokal seperti Alif waktu itu.

Kalau mau dibius total, berarti Adit harus dikhitan di rumah sakit, tidak seperti Alif yang hanya memanggil dokter ke rumah. Akhirnya diputuskanlah saat mengkhitan Adit sebaiknya pada waktu liburan panjang sekolah.

Beberapa saat sebelum liburan sekolah, ternyata ada beberapa rumah sakit yang menawarkan paket khitanan disaat liburan sekolah. Akupun memilih rumah sakit di dekat rumah yang juga menawarkan paket khitanan. Sebelum melaksanakan khitanan, Bunda dan Adit bertemu dan konsultasi dengan dokter spesialis bedah urologi, yang akan mengkhitan Adit nanti. Saat bertemu dengan dokter spesialis itu, kamipun membuat perjanjian kapan khitanan akan dilaksanakan. Akhirnya diputuskanlah khitanan dilaksanakan pada hari jumat pagi. Karena Bunda dan Adit memilih untuk dibius total atau istilah kedokterannya anestesi umum, maka Adit sebelumnya harus melakukan serangkaian tes, yaitu tes darah lengkap di laboratorium dan rontgen. Setelah selesai melakukan serangkaian tes itu, kamipun pulang dan menunggu hari jumat datang.

Akhirnya, pada hari Jumat, 26 Juni 2009, jam 7.30 pagi, Adit berangkat ke rumah sakit dengan diantar Ayah, Bunda dan juga Dek Alif. Sampai di rumah sakit Bunda melakukan check in di bagian rawat inap dan kemudian diantar oleh perawat ke bagian One Day Care. Di sana, Adit dipersilakan untuk ganti pakaian dengan pakaian rumah sakit. Oh ya, sejak semalam sebelumnya Adit disuruh untuk berpuasa. Jadi pagi itu Adit tidak diperbolehkan makan dan minum. Agak lama juga menunggu giliran Adit untuk dikhitan, karena saat itu dokter masih menangani pasien lain. Akhirnya sekitar jam 10 pagi, Adit dibawa ke ruang operasi. Sayangnya, Bunda ga bisa ikut menemani Adit di ruang operasi tapi Alhamdulillah, Ayah boleh. Jadi Ayah pun dipersilakan untuk berganti pakaian khusus di ruang operasi dan menggunakan masker. Sambil menunggu jalannya operasi, Bunda dan Alif ke kantin untuk sarapan.

Sekitar 45 menit kemudian, Bunda dan Alif kembali lagi untuk menemui Adit di bagian One Day Care. Ternyata Adit belum ada di sana, berarti masih di ruang operasi. Kamipun kembali menuju ruang operasi dan menunggu Adit keluar dari sana. Akhirnya, Ayah keluar dari ruang operasi. Ayah bercerita, keadaan Adit pada saat dimulai khitannya. Adit agak takut dan sempat berontak waktu mau dibius. Tapi kemudian Adit bisa dibius dan tak sadar pada saat dikhitan. Tidak lama kemudian Adit dikeluarkan dari ruang operasi dan dibawa kembali ke bagian One Day Care. Adit sudah sadar dan menangis kesakitan karena efek biusnya sudah hilang. Kemudian di bagian One Day Care Adit diberi obat penghilang sakit oleh perawat dan Adit boleh makan setelahnya. Ayah dan Alif pamit sebentar untuk melaksanakan sholat jumat dan Bunda menemani dan menyuapi Adit makan.

Setelah selesai makan, Adit sudah tidak sabar ingin segera pulang. Maka, segera setelah Ayah selesai sholat jumat, kamipun dijemput untuk pulang. Adit dibekali beberapa obat penghilang sakit dan antibiotik.

Sampai di rumah, kamipun disambut oleh saudara-saudara dan kerabat yang sudah menunggu kedatangan Adit. Adit bisa berjalan pelan, dengan memakai sarung.

Saat ini, Alhamdulillah, luka khitan Adit sudah membaik. Adit sudah bisa pakai celana, walaupun jalannya masih berhati-hati.

Baca lanjutannya ..

Dari Palembang Sampai Madiun (Bagian 2)

Wednesday, June 10, 2009

Posting ini sebenarnya agak-agak aneh, hehehe...sebab ini adalah posting lanjutan yang bagian pertamanya dibuat sekitar 1,5 bulan yang lalu. Well, biasa deh, karena kesibukan, kelupaan, kemalasan dan bla..bla..bla... (penyakit M nya itu sih yang dominan...hihihi...)
Sampai dimana waktu itu ya? Oh ya, sampai perjalananku di Palembang yang Alhamdulillah lancar dan kemudian aku pulang ke Jakarta dengan selamat. Keesokan harinya, aku harus kembali ke bandara Soeta untuk perjalananku selanjutnya yaitu perjalanan ke Madiun dalam rangka takziah wafatnya Eyang putriku.


Secara sudah agak-agak basi, sepertinya aku cuma akan tulis di sini secara singkat aja deh...ga detail-detail amat...

Sebelum berangkat ke Bandara Soeta, aku harus ke sekolah Madrasah Tsanawiyah Nurul Qur'an tempatku mengajar, karena ada rapat guru yang harus aku hadiri. Sekalian deh, bagi-bagi oleh-oleh yang aku bawa dari Palembang. Rapat guru saat itu membicarakan mengenai Ujian Nasional yang tahun ini adalah tahun pertama diadakan di sekolah kami. Agenda lainnya adalah membicarakan mengenai Ujian Akhir Semester dan Penerimaan siswa baru.

Setelah rapat selesai, aku langsung berangkat menuju Bandara Soeta untuk mengejar pesawat menuju ke Solo. Kok Solo? Katanya mau ke Madiun? Hehehe...Iya, iya, aku memang mau ke Madiun, tapi via Solo. Sebab ga ada flight langsung Jakarta-Madiun. Kenapa Solo? Kenapa ga Surabaya aja, secara Surabaya kan sama-sama Jawa Timur nya dengan Madiun? Well, kalo dihitung-hitung, ternyata jarak Solo-Madiun dengan Surabaya-Madiun ternyata lebih dekat Solo-Madiun. Jadi aku pilih lewat Solo. Begitu sampai di bandara soeta aku langsung check in dan menunggu dipanggil masuk pesawat. Alhamdulillah, perjalanan Jakarta-Solo kulalui dengan lancar dan pas saat maghrib, aku tiba di kota Solo. Setelah mengambil bagasi, aku sholat maghrib plus jama' Isya di musholla bandara Adisumarmo Solo.
Saat itu aku sempat bingung, ke Madiunnya naik apa ya? Akhirnya aku disarankan oleh Ayahnya Adit dan Alif untuk sewa mobil rental dari bandara dan Alhamdulillah aku dapat mobil sewaan untuk ke Madiun. Dari Bandara Adisumarmo aku mampir sebentar untuk menjemput Papaku di terminal Solo dan kemudian kami sama-sama berangkat ke Madiun malam itu.
Perjalanan Solo Madiun ditempuh sekitar 3 jam, karena kami sempatkan juga untuk mampir makan malam sejenak di sebuah restoran padang.
Sekitar Jam 9.30 malam, kami tiba di kota Madiun dan aku langsung mencari hotel dan setelah mendapatkan kamar aku dan Papaku ke rumah Eyangku di Desa Krokeh, Madiun. Sampai di sana aku berbincang-bincang sebentar dengan Om dan Tanteku, kemudian aku kembali lagi ke hotel untuk istirahat. Masya Allah, capek sekali aku hari itu, sampai di hotel aku langsung mandi dan tidur dengan nyenyaknya.

Keesokan harinya aku kembali lagi ke rumah Eyangku namun sebelumnya aku mampir untuk ziarah sejenak di makam Eyang Putriku. Sekitar jam 11 siang aku kembali ke hotel dan kemudian membeli beberapa oleh-oleh khas Madiun namun sebelumnya aku mampir untuk foto sejenak di alun-alun kota Madiun, yang menurutku agak aneh, karena tulisannya bukan alun-alun, tapi Alon-Alon...hehehe.. (kayaknya beda ya, arti alun-alun dan alon-alon?)


Setelah membeli oleh-oleh aku sholat zuhur, makan siang dan kemudian langsung berangkat lagi menuju Solo, karena harus mengejar pesawat kembali ke Jakarta. Alhamdulillah, sekitar jam 4 sore aku tiba di Solo dan aku mampir ke Masjid Agung Solo untuk menunaikan sholat Ashar. Good news, ternyata pesawatku delay, jadi sempet juga deh cari-cari batik buat oleh-oleh di kota Solo (dasaaar...teteeep aja menikmati kesempatan blanja..hihihi...).

Setelah belanja batik sedikit (sedikit? iya, karena terus terang ga ada yang sreg buat aku), akupun langsung ke bandara dan check in. Sambil menunggu dipanggil masuk pesawat, aku menunaikan sholat maghrib kemudian membeli sedikit oleh-oleh makanan khas Solo di bandara. Tak lama setelah itu aku dipanggil masuk pesawat dan alhamdulillah, perjalananku saat itu lancar dan akupun selamat sampai di jakarta dan akhirnya sampai juga di rumah.

Nah, segitu deh ceritanya mengenai perjalananku dalam rangka takziah wafatnya Eyang Putriku. Sepertinya banyakan di jalannnya daripada di Madiunnya ya? Yaah, yang penting niatku melihat dan ziarah ke makam Eyang Putriku sudah terlaksana dengan baik dan lancar, selain itu juga aku sempat silaturahim dengan kerabatku di Madiun. Semoga dilain waktu aku bisa kembali lagi ke sana..

Baca lanjutannya ..

Finally, I'm Back...

After being abandoned for about a month and a half, finally I have the chance and time to write again on this blog. Phew...it's been quite busy and hectic for the past month. Me and My family had to move to a new house so it can be imagined how busy and hectic that could be.

Besides moving, I have to take care of so many things, such as the monthly bills for the house, arranging the house and the garden not to mention my kids that still have to be taken care of.

For now, the house and the outside garden are done and I'm still waiting for the backyard to be arranged. I'm planning to make a waterwall in our backyard garden along with medicinal plantations in it. Hopefully it can be done satisfactorily.

Well, I think that's all for now. I'll try to update my blog again in a short time.

Baca lanjutannya ..

Dari Palembang Sampai Madiun (Bagian 1)

Friday, April 24, 2009

Dengan keadaan tubuh yang masih agak-agak pegal dan sisa-sisa keletihan masih terasa, aku coba menuliskan kegiatanku beberapa hari yang lalu, yang bisa dibilang hari-hari tersibuk dalam hidupku..(he..he..he..sok sibuk banget sih! :P). Kegiatan yang seru, cukup melelahkan tapi Subhanallah, seneeenggg...banget...! :D . Sampai-sampai posting ini harus aku bagi dua, karena bakalan panjang nih ceritanya..hehehe...


Sudah sekitar dua bulan lamanya aku belum kembali berkunjung ke Palembang, tepatnya ke Musi 2, memberikan kajian Al Qur'an Sunnah kepada sekumpulan ibu-ibu yang tinggal di sekitar Masjid Nur Iman, Musi 2, Palembang karena bulan lalu kajian untuk mereka diisi oleh seorang ikhwan dari Ciangsana. Ibu-ibu itu adalah warga Musi 2 yang dahulu suka datang mengaji ke rumahku saat kami masih tinggal di Palembang. Sayang sekali jika mereka tidak dibina terus, maka aku usahakan untuk meluangkan waktuku untuk datang kembali kepada mereka sebulan atau dua bulan sekali.

Tiket ke Palembang sudah dibeli sekitar seminggu sebelumnya, karena perjalanan itu sudah aku rencanakan sekitar tiga minggu sebelumnya. Namun, tiba-tiba, tanggal 20 April 2009 malam, sebelum aku berangkat ke Palembang, aku mendapat kabar duka cita, yang mengabarkan bahwa Eyang Putri (nenek) ku di Madiun meninggal dunia. Innalillahi wa inna ilaihi roji'un, aku sempat bingung, aku ingin sekali ke Madiun, namun apa daya, aku harus mengisi kajian di Palembang dan tiket juga sudah dibeli. Akhirnya, aku tunda keberangkatanku ke Madiun, sambil memohon maaf kepada kerabat-kerabat yang berangkat ke Madiun bahwa aku tidak bisa ikut dengan mereka menghadiri pemakaman Eyang Putri.

Selama perjalanan ke Palembang aku masih terus berfikir bagaimana caranya aku pergi ke Madiun karena ayahku meminta aku untuk tetap datang ke Madiun meskipun tidak ikut menyaksikan pemakaman Eyang Putri. Akhirnya, pada saat aku akan check in pesawat untuk keberangkatanku ke Palembang, aku mampir ke counter sebuah maskapai penerbangan untuk membeli tiket pesawat ke Solo. Ide itu tiba-tiba saja terbersit di benakku karena aku memang ingin sekali berangkat ke Madiun. Akhirnya aku putuskan untuk membeli tiket pesawat ke Solo. Kenapa Solo? Karena tidak ada pesawat langsung dari Jakarta ke Madiun. Sebelumnya aku sudah konsultasi dengan beberapa kerabat dan mereka menyarankan jika ingin ke Madiun dengan pesawat, lebih baik lewat Solo, karena relatif lebih dekat dibandingkan jika lewat Surabaya.

Setelah membeli tiket untuk penerbangan ke Solo esok harinya, akupun check in keberangkatanku ke Palembang. Kunjunganku ke Palembang selama ini tidak pernah menginap, karena sunnahnya jika wanita bepergian tanpa mahramnya tidak boleh menginap. Di Palembang aku tidak memiliki mahram dan kunjunganku ke Palembangpun tanpa didampingi mahram, maka aku tidak boleh menginap. Kemudian, sekitar jam 8.30 pesawat yang aku tumpangi berangkat ke Palembang dan Alhamdulillah, tiba di Palembang sekitar jam 9.30.

Setiba di Bandara Sultan Mahmud Badarudin II Palembang, aku dijemput oleh Pak Nur dan istrinya. Pak Nur adalah sahabat keluarga kami sewaktu kami tinggal di Palembang. Subhanallah, senang sekali bertemu kembali dengan mereka. Dari bandara, kami langsung menuju ke rumah sahabatku, istri seorang trainer motivasi spiritual. Setelah melepas rindu dan berbincang-bincang, tidak terasa waktu zuhur tiba. Aku dan Ibu Nur pun menunaikan sholat zuhur dan kemudian pamit untuk berangkat ke Musi 2. Namun sebelum ke Musi 2, aku, Pak Nur dan istrinya makan siang dahulu di Rumah Makan Padang Pagi Sore di Jl. Basuki Rahmat, Palembang. Saat itu aku memilih menu pindang ikan patin (duuh...kangen deh makan pindang patin...:D) yang segaaarrr sekali...!

Setelah selesai makan kamipun langsung berangkat ke Musi 2 menuju Masjid Nur Iman. Setiba di sana, sekitar jam 13.30, ternyata ibu-ibu yang mengikuti kajian belum datang, jadi akupun sempat beristirahat sejenak sambil berbincang-bincang dengan pengurus TPA Masjid Nur Iman serta melepas kerinduanku dengan mereka. Beberapa saat kemudian ibu-ibu mulai berdatangan dan sekitar jam 13.45 akupun memulai kajian.

Aku tinggal meneruskan kajian yang sudah sempat dikaji sebelumnya dan ditambahkan ayat-ayat mengenai tauhid, syarat-syarat diterimanya amal dan beberapa pertanyaan yang sempat diajukan oleh ibu-ibu pengajian. Dan akhirnya, sesaat sebelum azan Ashar, kajian selesai.

Kemudian datanglah saat-saat perpisahan dengan ibu-ibu taklim, karena aku harus kembali lagi ke Jakarta hari itu juga. Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar, akhirnya aku masih bisa datang dan bertemu dengan saudara-saudara muslimku di Palembang, aku sangat bersyukur kepada Allah SWT Yang masih mengizinkan aku untuk bertemu dengan mereka.

Sebelum kembali ke bandara, karena masih ada waktu beberapa jam, aku mampir ke rumah salah satu sahabat juga di Palembang yaitu Pak Dedy dan istrinya Mbak Diah. Setelah melepas kangen dan berbincang-bincang, sekitar jam 17.00 kami mohon pamit untuk kembali ke bandara. Namun, sebelum ke bandara aku minta tolong pada Pak Nur untuk mengantarkanku ke Plasa Benteng Kuto Besak, karena aku ingin berfoto dengan latar belakang jembatan Ampera (hehehe...selama tingal di Palembang, rasanya aku belum pernah foto sendiri di sana).



Setelah menyempatkan berfoto di Plasa Benteng Kuto Besak, kamipun segera berangkat kembali ke Bandara Sultan Mahmud Badarudin II. Sesampai di bandara aku check in dan mendaftarkan bagasi yang lumayan banyak, karena ada titipan juga dari beberapa teman untuk membelikan pempek Candy, nastar dan beberapa oleh-oleh untuk sahabat-sahabatku di Jakarta. Sempat terkejut juga, karena ternyata bagasiku overweight sebanyak 7 kg. Jadi, aku harus membayar kelebihan bagasi itu sampai sekitar 94 ribu rupiah. Lumayan deeh...hehehe...

Dan akhirnya, akupun berpamitan dengan Pak Nur dan istri serta berterima kasih sekali kepada mereka yang sudah mau meluangkan waktunya untuk menjemput dan mengantarkan aku selama di Palembang. Semoga aku bisa kembali lagi ke Palembang dan bertemu kembali dengan saudara-saudara muslimku di sana. Insya Allah..

Baca lanjutannya ..

Khitanan

Sunday, April 12, 2009

Jumat kemarin, tanggal 10 April 2009, Alhamdulillah telah lancar dilaksanakan khitanan anakku yang kedua, yaitu Abdullah Alifuddin. Mungkin timbul pertanyaan, lho kok anak yang kedua? Anak pertama sudah dikhitan belum? Naah, supaya jelas, sebenarnya ada cerita serunya tu. Gini ceritanya..



Rencana khitanan itu sudah dibuat sejak lama, namun aku belum memutuskan tanggal berapa akan dilaksanakan. Akhirnya, beberapa minggu sebelumnya aku mendatangi seorang dokter khitan yang tinggal tidak jauh dari rumahku dengan ditemani oleh Mamaku. Sesampai di rumahnya, kami "membooking" Pak dokter yang bernama Bp. Yayat itu untuk datang ke rumahku pada tanggal 10 April 2009.

Adit dan Alif memang sudah sejak lama ingin dikhitan, namun aku masih mencari waktu yang tepat. Kebetulan, sejak tanggal 9 April hingga 19 April mereka libur sekolah, maka kupikir itu waktu yang tepat untuk mereka dikhitan. Karena jika menunggu liburan panjang sekolah, kami sudah punya rencana untuk mudik ke Jawa Timur menemui Eyangkungnya Adit dan Alif.

Akhirnya, hari H itu pun tiba, sejak pagi aku sudah bersiap siap. Malamnya, aku sempat hunting cari-cari baju koko & sarung untuk anak-anak di Pamulang Square. Alhamdulillah, setelah muter-muter PS, ketemu juga yang jual sarung anak-anak. Akhirnyaaa...

Adit dan Alif sudah bangun sejak pagi dan segera sarapan, tapi Adit yang agak lama. Alhasil, pada saat dokter datang, Alif yang sudah siap, tapi Adit masih sarapan dan belum mandi. Akupun membujuk Alif agar mau dikhitan lebih dulu. Sebelumnya, pak dokter berkenalan dan mengajak Alif dan Adit ngobrol-ngobrol (ngambil hati gitu loh..hehehe..). Alif pun dengan mantap dan tersenyum senyum mau naik ke tempat tidur untuk dikhitan. Agar Alif tidak terlalu stres, aku mendampingi di samping Alif sambil membacakan buku kisah-kisah sahabat Rasul SAW. Sebelumnya pak dokter sudah memberitahu Alif. Bahwa pada saat disuntik memang agak sakit. Lalu, mulailah Pak dokter menyuntik, dan dimulailah kehebohan itu. Alif mulai berteriak-teriak dan menangis. Aku berusaha terus untuk menenangkan Alif sambil membacakan buku dan Ayahnya membaca Al Fatihah dan ikut menenangkan Alif juga. Untungnya, meskipun berteriak-teriak dan menangis, Alif tidak memberontak. Jadi. Pak dokter masih bisa memproses khitan Alif dengan baik. Pada saat penjahitan pun aku terus membacakan cerita untuk Alif dan Ayahnya terus membaca Al Fatihah untuk Alif. Setelah sekitar 10 menit, selesailah proses khitan itu, Alhamdulillaah... Kamipun lega dan memindahkan Alif ke tempat tidur lain.

Naah, sekarang giliran Mas Adit, nih. Ternyata Mas Adit sekarang juga sudah berpakaian rapi, dengan baju koko dan sarung. Akupun mulai membujuk Adit untuk naik ke tempat tidur untuk dikhitan. Namun ternyata Adit menjadi ragu-ragu untuk dikhitan, mungkin karena tadi sempat mendengar adiknya berteriak-teriak saat disuntik bius. Adit bilang, "Adit mau disunat sekarang, tapi Adit takuut..!". Lalu kamipun bilang pada Adit, kalau Adit takut ya tidak usah disunat sekarang, jadi Pak dokter mau pulang. Lalu Adit berteriak,"Pak dokter gak boleh pulang, Adit mau disunat sekarang!", lalu akupun menggendong Adit dan meletakkannya di tempat tidur untuk dikhitan. Tapi kemudian Adit duduk memegang lututnya dan tiba-tiba menangis tersedu-sedu. Akhirnya, Pak dokter pun tidak tega dan mengatakan lebih baik tidak usah dikhitan sekarang, daripada Adit stres. Dan akhirnya Pak dokter pun pulang.

Namun, ternyata sungguh ada hikmah yang baik dibalik ketakutan Adit dikhitan saat itu. Kalau Adit dikhitan juga, ga kebayang deh gimana hebohnya mengurus dua anak yang rewel-rewel habis dikhitan. Karena mengurus Alif sendiri saja sudah lumayan ribet. Alhamdulillaah...makasih ya Mas Adit..Mas Adit memang anak pintar, ga mau menyusahkan ortunya...hehehe...

Alif senang juga sebenarnya dikhitan, karena setelah selesai dikhitan, Ayah langsung pergi membeli mainan special request by Alif. Alif minta dibelikan bermacam-macam karakter robot-robot Transformer. Selain itu, kerabat-kerabat yang datang juga memberikan hadiah untuk Alif dan Adit juga, meskipun Adit ga jadi dikhitan..hehehe...

Baca lanjutannya ..

Peruri, Islamic Book Fair dan Sakit...Hiks..

Saturday, March 14, 2009

Pertama-tama aku ingin memohon maaf yang sebesar-besarnya untuk teman-teman blogger yang sudah rajin berkunjung ke blog ku, tapi ga sempat aku kunjungi balik karena sesungguhnya aku habis sakit, teman. Sakit yang cukup lama kurasakan sampai aku ga bisa melakukan apa-apa, hanya tidur saja sepanjang hari karena badanku meriang, kepalaku pusing, pegal-pegal plus batuk-batuk juga aku rasakan. Mungkin aku terlalu capek, karena sebelum sakit ada beberapa kegiatan yang aku lakukan. Ini dia kegiatan-kegiatanku itu..


KUNJUNGAN KE PERURI


Hari itu, rabu, 4 Maret 2009 aku bersama beberapa guru mengantar murid-murid Madrasah Tsanawiyah dan Aliyah Nurul Qur'an melakukan kunjungan edukatif ke pabrik duit. Yep, money factory a.k.a Perum Peruri di Karawang Timur. Hari itu kami berangkat dari sekolah kami di Ciangsana sekitar jam 8 pagi dan tiba di lokasi sekitar jam 10 pagi. Disana kami disambut dengan ramah sekali oleh beberapa orang karyawan Perum Peruri yang bertugas memberikan penjelasan mengenai Perum Peruri. Kami semua dikumpulkan di sebuah aula dan acara dimulai dengan sambutan dan penjelasan awal mengenai Perum Peruri. Setelah itu, kami diajak untuk mengunjungi pabrik uang kertas. Subhanallah, keamanannya berlapis-lapis, lho! Ya eyalah, namanya juga pabrik duit...hehehe... Di kompleks Perum Peruri sendiri ada beberapa pabrik, yaitu pabrik uang kertas, pabrik uang logam, pabrik pembuatan dokumen-dokumen sekuriti, seperti perangko, meterai, buku tanah, ijasah, akte dan lain-lain. Jadi, ternyata, Perum Peruri ga cuma memproduksi uang aja, tapi juga mencetak dokumen-dokumen sekuriti penting lainnya. Perum Peruri juga mencetak uang untuk negara lain, seperti Somalia dan Argentina. Karena ga semua negara lho, punya percetakan uang sendiri. Jadi, betapa bangganya saya sebagai warga negara Indonesia, yang memiliki pabrik uang sendiri.
Proses pembuatan uang kertas itu sendiri ternyata sulit banget, dari mulai penentuan design, engraving (memahat gambar di atas pelat logam, dan yang amazing, gambarnya musti terbalik..nah lho!), offset printing, intaglio printing (gambar dasar yang timbul itu, lho!), storage, inspection, numbering, inspection (lagi) dan terakhir packaging. Ribet banget kan? Setelah mengunjungi pabrik uang kertas, kami kembali lagi ke aula dan diadakan acara tanya jawab dan setelah itu makan siang bersama. Tapi jangan salah ya, mentang-mentang mengunjungi pabrik uang, kami ga dapet souvenir uang, lho!, tapi para guru mendapatkan pin dari Perum Peruri, seperti ini:


Setelah selesai makan siang kami melihat-lihat sekilas dari luar pabrik uang logam dan percetakan dokumen penting lainnya dan sekaligus pulang namun sebelumnya kami melaksanakan sholat zuhur di masjid Perum Peruri.

SAKIT

Hari rabu ke Perum Peruri, hari kamis aku pergi mengajar, nah, di hari kamis inilah aku mulai merasakan badanku agak-agak meriang. Ga konsen banget deh, ngajarnya.. sampai-sampai aku juga musti absen ngajar Mbak-mbak di rumah Mama. Di sekolah aku sempat berobat di klinik sekolah dan diberi obat-obatan oleh Dr. Eyik, dokter jaga di klinik sekolah.

Keesokan harinya aku sudah mulai merasa lebih baik, akhirnya akupun memutuskan untuk pergi ke Islamic Book Fair di Istora Senayan setelah sebelumnya janjian dengan adikku.

ISLAMIC BOOK FAIR

Hari itu akhirnya akupun pergi ke Islamic Book Fair dan berangkat dari rumah ba'da Ashar, dan sebelumnya menjemput adikku pulang dari kantornya di bilangan Sudirman. Sempet khawatir, karena jalan hari itu muacetnya minta ampun...ternyata kata si Ade karena ada pembukaan Java Jazz Festival...

Di Islamic Book Fair, langsung deeh, kalap beli-beli buku yang ga tau kapan bacanya...hehehe... Soalnya bagus-bagus banget sih bukunya... Ini dia nih buku-buku yang aku borong..


Sampe tutup deh aku & adikku di IBF itu. Jam 9 malem teng kita terus pulang dan Alhamdulillah perjalanan lancar karena yang pada nonton Java Jazz belom keluar...hihihi...

SAKIT (LAGI)

Keesokan harinya, hari sabtu itu terasa lagi deh meriangnya. Mungkin kecapean karena habis muter-muter Istora senayan malam harinya, trus mungkin masuk angin juga. Sampai hari minggu, badanku tambah hancur rasanya, meriangnya tambah hebat, badanku juga tambah pegel-pegel semua. Hari itu aku minta Mama supaya menginap di rumah karena aku ga kuat mengurus keperluan anak-anak. Hari itu, karena ga kuat juga, aku minta diantar ke dokter dan alhamdulillah, setelah 2 hari panas badanku turun, meriangku mereda dan badan yang pegal-pegal sudah hilang. Sekarang, tinggal batuk aja nih yang masih nempel terus. Semoga ga lama lagi sembuh deh...

Baca lanjutannya ..

Belajar Membuat Cupcakes

Friday, February 27, 2009

Tanggal 22 Februari yang lalu aku datang ke sebuah Launching Buku "Serba Serbi Cupcakes" yang ditulis oleh Ibu Lizzarni. Launching buku ini tidak seperti launching buku biasa, karena bukunya mengenai membuat cupcakes mulai dari pembuatan, menghias dengan topping yang lucu-lucu dan cara bisnis cupcakes, jadi ada pelatihan membuat cupcake nya juga. Acaranya seru banget, karena disana kami diberikan beberapa cupcakes yang sudah jadi untuk dihias dengan topping yang sudah disiapkan berupa buttercream warna warni, coklat praline dan juga fondant yang bisa dibentuk menjadi berbagai macam bentuk sesuai dengan kreativitas dan imajinasi kita dan semuanya bebas-bebas aja...hehehe... Dan tentunya yang paling mengesankan adalah hadirnya Chef Bara Pattiradjawane, tukang masaknya acara "Gula-Gula" yang ngetop itu...hihihi...! Chef Bara hadir karena beliau juga memberikan endorsement di dalam buku karya Ibu Lizzarni itu.

Anak-anakku, begitu tau kalau Bundanya habis ikut pelatihan membuat cupcake dan mereka juga sempat membaca bukunya, langsung aja deh...nodong Bunda untuk membuat cupcake dan yang dahsyatnya juga, mereka mau menghias sendiri cupcakenya. Selama beberapa hari todongan itu belum bisa aku penuhi, karena aku juga belum sempat belanja bahan-bahannya, akhirnya setelah mereka teriak-teriak terus minta dibuatkan cupcake, akupun meluangkan sedikit waktu untuk membuat cupcake.

Janji harus ditepati. Karena itu, hari jumat, aku ikhlas untuk tidak mengikuti kajian dulu demi untuk membuat cupcake buat anak-anakku. Alhamdulilah, akhirnya aku membuat cupcake sifon cokelat (karena Adit Alif doyannya coklat). Setelah cupcake nya matang, akupun menyiapkan topping-topping untuk hiasan cupcakes itu. Lumayan banyak juga macamnya yang aku siapkan. Aku membuat royal icing warna-warni, buttercream warna warni, cokelat warna-warni dan juga fondant. Tapi kali ini fondantnya hanya untuk menutupi bagian atas cupcake untuk kemudian Adit Alif menggambar di atasnya dengan memakai edible marker (spidol khusus untuk membuat kue & bisa dimakan). Adit Alif senang sekali bisa ikut menghias cupcakes nya. Begitu selesai, saking sudah ngences, mereka langsung makan hasil karyanya...hahaha...! (waktu sudah selesai makannya, Mas Adit baru bilang,"Yaah, Bunda...tadi lupa belum difoto kuenya ya?...hehehe..")

So, inilah hasilnya cupcake buatanku, yang masih belajar, masih berantakan disana-sini, bentuk cupcakenya juga belum sempurna, masih ada yang bulat dan ada yang lonjong...hehehe...! Selamat menikmati...! :)


Baca lanjutannya ..

Tag and Award

Sunday, February 8, 2009

Again, my sister in law, that productive blogger has been given a tag and an award. Then again, she passes me the award. Merci beaucoup, Lyla!

Frankly speaking, I think I don't quite deserve this kind of tag and award 'cause I'm not such an active blogger as she is. But, as a token of appreciation I think I should post them, though.


The Rules: 1.) Put the logo in your post. 2.) Write 5 things you are passionate about aside from blogging. 3.) Tag 5 people on your lists and let them know you tagged them.

Five things I’m passionate about apart from blogging :

1. Browsing

2. Shopping

3. Travelling

4. Eating :D

5. Sleeping

Now, I am tagging all bloggers who visit this blog cause you all deserve this tag. Happy tagging!




Baca lanjutannya ..