Kebaikan Yang Pasti Dibalas

Friday, November 19, 2010

Pada suatu malam, seorang fakir mengetuk pintu salah seorang ulama. Ulama tersebut lalu bertanya kepada istrinya apakah ada sesuatu yang dapat diberikan kepada si fakir. Istrinya menjawab, "Kita hanya memiliki 10 butir telur". Sang ulama berkata,"Berikan telur-telur itu kepadanya!" Sang istri kemudian memberikan telur-telur tersebut dengan menyisakan satu untuk anak-anaknya. Tidak beberapa lama kemudian, ada orang lain yang mengetuk pintu rumah sang ulama dan memberikan sebuah kantung berisi 90 dinar kepadanya. Maka sang ulama bertanya kepada istrinya tentang jumlah telur yang dia berikan kepada si fakir yang datang tadi. Istrinya menjawab,"Aku hanya memberinya sembilan butir." Sang ulama pun berkata,"Uang ini jumlahnya 90 dinar, berarti satu kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat.

Subhanallah...itulah balasannya untuk orang yang ikhlas bersedekah. Hanya dengan memberikan 9 butir telur, maka Allah Azza wa jalla membalasnya dengan uang 90 dinar. Itu baru balasan di dunia, belum lagi balasan di akhirat yang pasti Allah Azza wa Jalla akan membalasnya dengan surgaNya, Insya Allah...

Allah berfirman, dalam surat Ali Imran ayat 133-134: "Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amrahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan"

Jadi, sedekah yang kita berikan dalam keadaan lapang maupun sempit pasti akan dibalas oleh Allah subhanahu wata'ala.. Kalo sudah jelas begini balasannya..masa siih masih takut untuk bersedekah, meskipun yang kita miliki hanya sedikit? Ngga laah yaa..! :)


*kisah diambil dari buku "Keajaiban Sedekah" oleh Khalid bin Sulaiman Ar-Rab'i (penerbit: Pustaka Al-Fadhilah)

1 comments:

martadewa said...

ummi... memang ya, sudah jelas-jelas Allah akan memberikan. Meskipun sebagai manusia kalo lagi kepepet rada khawatir juga. Harus lebih mengasah ketajaman keyakinan nihhh...