Udhiyah & Idul Adha 10 Zulhijjah1430 H

Friday, November 27, 2009


Alhamdulillah, tahun ini kami bisa melaksanakan ibadah kurban dengan seekor sapi yang besar. Karena, sesuai sunnah Rasulullah Saw, yang paling afdhol untuk dijadikan hewan kurban adalah yang paling besar dan mahal harganya. Alhamdulillah, selama setahun menabung, kami bisa membeli sapi besar yang harganya...hmmm..malu aah..ga enak kalo bilang disini..yang jelas, kami membeli sapi yang nomor satu yang disediakan oleh panitia kurban di Madrasah Nuurul Qur'an, Ciangsana.

Sebelumnya, cerita-cerita Idul Adha tahun ini dulu deeh..
Diawali dengan kejadian yang agak sedih, karena sehari sebelum hari Arofah, Ayah mengabarkan kalau dia sedang sakit, kakinya yang pernah sakit dulu kali ini kambuh lagi. Malam itu Ayah ga bisa tidur karena merasakan kejang dan sakit yang amat sangat di kakinya, hingga beliau tidak bisa berjalan sendiri dan harus dipapah. Akhirnya, sehari sebelum Idul Adha, aku menyarankan agar Ayah ke rumah sakit di Pangkalpinang dan sebaiknya dirawat disana agar bisa dipantau sakitnya. Ayahpun kemudian ke rumah sakit dan ternyata setelah diperiksa, trigliserida dalam tubuhnya tinggi sekali. Sampai tulisan ini dibuat, Ayah masih dirawat di RS Bhakti Timah, Pangkalpinang. Syafakallah ya, Ayah. Semoga Allah Swt mengangkat penyakit Ayah dan menghapuskan dosa-dosa..

Karena sakitnya, Ayahpun ga bisa pulang ke Jakarta dan kami juga hanya bisa mendoakan dan memberi semangat kepada beliau dari sini. Malam sebelum Idul Adha, praktis aku hanya bertiga dengan Adit dan Alif di rumah, karena Tante Ucu dan Mbak Tina, asistenku di rumah harus pulang.

Pagi ini, 10 Zulhijjah 1430 H, karena aku dalam keadaan tidak boleh sholat, terpaksa Adit Alif pun ga ikutan sholat Ied. Padahal, begitu tau kalo sholat Ied nya sudah selesai, Adit Alif protes sama Bunda. Maafkan Bunda ya Nak... ga sempat antar kalian sholat Ied, soalnya Bunda musti beres-beres rumah tadi pagi..hehehe...

Setelah beres semua, Adit Alif sudah sarapan dan berpakaian rapi, kamipun berangkat ke rumah Eyang, untuk makan ketupat dan opor ayam pastinya....hehe..Setelah makan ketupat, kami berangkat menuju Madrasah Nuurul Qur'an di Ciangsana untuk menyaksikan pemotongan hewan kurban. Sampai di sana, pas sekali dimulai waktu sholat jumat. Jadi, Adit dan Alif bisa sholat jumat dulu, ditemani oleh Ali, asistenku yang bertugas mengantar Adit Alif ke sekolah sehari-hari. Selesai sholat jumat, kami makan siang bersama di sekolah NQ. Menunya seru juga tu, sop daging kambing dan semur daging. Wiiih...nikmaat..Alhamdulillah..

Makan siang selesai, pemotongan hewan kurban pun dilanjutkan kembali, setelah sebelumnya sudah dilakukan penyembelihan sekitar 80an domba dan 20an ekor sapi. Sapi kami pun mulai disiapkan untuk disembelih. Mas Adit semangat sekali ingin melihat sapinya disembelih. Sementara Dek Alif ga berani, minta diantar pergi agak jauh dari tempat penyembelihan. Ketika ditanya kenapa Dek Alif takut, jawabannya ternyata Alif takut karena ingat waktu disunat..xixixi...kasian Dek Alif :)



Penyembelihan dilaksanakan di lapangan basket di bagian belakang sekolah Madrasah Nuurul Qur'an. Yang melaksanakan penyembelihan adalah Kak Faisal. Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar.. Laa ilaha IllAllah huwAllahu Akbar.. Allahu Akbar wa lillahil hamd.. Bismillahi Allahu Akbar.. Maka, disembelihlah sapi kurban kami..Semoga Allah Swt menerima amal ibadah kami.. Amiin..



Selesai disembelih, sapi itu kemudian diproses untuk dikuliti dan dipotong-potong. Ali sudah pesan kepadaku, dia meminta bagian kepala untuk keluarganya. Jadi, akhirnya dibawalah kepala sapi kami yang telah disembelih itu. Setelah itu, aku dibantu oleh Ali membawa daging-daging sapi yang telah dibungkus untuk dibagikan ke daerah Bintaro, untuk binaan Kak Lulung Umrulain dan juga binaanku di Sarua, Pamulang. Pak Satpam DeLatinos Alhamdulillah kebagian juga lho..hehehe...

Alhamdulillah, selesai juga tugasku hari ini. Semoga dengan ibadah kurban tahun ini yang dibumbui dengan ujian sabar dari Allah Swt, kami semua bisa menjadi muslim yang lebih kuat keimanan dan ketakwaannya. Amiin.

3 comments:

Bintang said...

met iedul adha

namaku wendy said...

*clingakclinguk nyariin tongseng ma gulai ma sate*

gajahpesing said...

kok belum update bu?