Teenagers...Oh...Teenagers...

Thursday, February 25, 2010

Kemarin, Rabu 23 Pebruari 2010 adalah jadwalku mengajar. Sampai di sekolah, karena sudah terlambat, aku langsung menuju kelas 10B (Aliyah)di lt.2. Begitu masuk kelas, say salam, ga lama kemudian ketua kelas memberitahu bahwa semua kursi di kelas mereka dicoret-coret dengan tipp-ex. Masya Alloh...! Bener-bener semuaaa kursi dan meja diberi "lukisan" melingkar-lingkar seperti spiral dengan tipp-ex. Mereka bilang, "lukisan" itu sudah ada sejak hari Selasa. Aku kemudian berpikir, apa maksudnya yaa, coret-coret semua kursi dan meja seperti itu? Karena aku adalah wali kelas mereka, maka akupun harus ikut bertindak mengatasi masalah ini.

Setelah selesai mengajar kelas 10B, aku kemudian menemui our headmaster, Ukhti Ernita untuk menanyakan masalah itu. Ternyata beliau sudah sempat memanggil beberapa orang yang "dicurigai" melakukan perbuatan itu. Namun, sampai hari itu, tidak ada seorangpun yang mau mengaku atau memberitahu siapa orangnya.

Kami para guru lalu berpikir keras dan berunding, memanggil semua murid-murid yang menjadi "suspect" berdasarkan keterangan-keterangan para saksi mata (dududuhh...dah kaya detektif ajaaa...hehehe...). Namun, masih juga belum terungkap siapa pelakunya.

Akhirnya, berdasarkan fakta-fakta yang ada, kamipun memanggil seluruh kelas 10A, yang letak kelasnya bersebelahan dengan kelas 10B dan karena ada beberapa murid-murid di kelas 10A yang pada hari sebelum kejadian coret-coret itu ada di sekolah paling terakhir, maka kami memutuskan untuk berbicara kepada mereka dan memberikan sanksi untuk membersihkan coret-coretan itu.

Yaah, semoga dengan sanksi seperti itu akan ditunjukkan oleh Alloh siapa yang sebenarnya melakukan pekerjaan iseng itu.

Bener-bener deeh, aku dan para guru di sekolah diuji dengan "kenakalan" para remaja ini. Well, itu memang resiko yaa, secara kami adalah guru-guru sekolah Madrasah Tsanawiyah dan Aliyah (SMP & SMA), jadi ya harus menghadapi yang seperti ini.

Semoga semua masalah ini bisa segera terselesaikan dan akupun bersyukur dan senang diberi kesempatan oleh Alloh untuk mengajar dan menjadi wali kelas mereka, karena dengan begitu aku bisa belajar bagaimana mendidik anak-anak remaja. Buat bekal deh, gimana nanti menghadapi Adit dan Alif bila sudah menginjak masa remaja :)

2 comments:

Bunda Nayla said...

Kenakalan anak2 remaja sekarang macam2 ya bun, apalagi diusia tersebut. Semoga selalu diberikan kesabaran ya buat mendidik mereka :)

adres widayanti said...

hehehe tante... dah keduluan nih cerita nya... tadi nya aku juga pengen tulis di blog trus di kasih judul misteri coretan bangku 10 b heheheh